Senin, 31 Agustus 2015

Tugas PRD 1

Teknologi untuk Menyurgakan Indonesia yang Katanya Tanah Surga

The Challenge Ahead

kemacetan di ibukota Jakarta
Permasalahan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta merupakan deretan pertanyaan yang tak kunjung mendapatkan jawaban secara konkret. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah belum bisa menanggulangi semua masalah yang ada. Sementara itu, masalah lainnya terus berdatangan dan masalah yang belum sempat teratasi menjadi semakin parah. Contohnya adalah banjir dan macet. Banjir masih menjadi PR bagi pemerintah dan seluruh warga Jakarta.  Banjir seperti menjadi agenda tahunan yang tidak akan pernah dilewatkan kota ini. Lebih dari 60% wilayah di Jakarta terendam banjir, mengakibatkan kerugian hingga mencapai 5,2 triliun serta memakan korban 80 jiwa di tahun 2007. Hal ini terjadi akibat kurangnya resapan air yang ada di ibukota. Selain itu, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya juga merupakan salah satu faktor penyebabnya. Menurut www.greenpeace.org Jakarta menghasilkan sekita 6,000 ton sampah setiap hari, dimana 2,000 ton diantaranya berakhir di sungai-sungai. 

Banjir di Jakarta

Isu tentang energi akhir-akhir ini juga hangat menjadi topik pembicaraan. Menurunnya ketersediaan bahan bakar fosil yang ada di bumi membuat kita mau tidak mau harus melakukan inovasi. Pemanfaatan sumberdaya alam baru terbarukan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Akan tetapi, dibutuhkan biaya yang sangat tinggi untuk mengolah sumberdaya alam baru terbarukan seperti angin dan matahari untuk akhirnya diubah menjadi energi listrik. Dapat diperkirakan bahwa 20 tahun mendatang, teknologi yang ada akan berkali lipat jauh lebih maju daripada sekarang. Seiring dengan berkembangnya teknologi, energi yang dikonsumsi tentunya juga akan meningkat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan energi baru terbarukan seperti matahari, angin, air, dan biogas.

THE FUTURE IS IN OUR HANDS

Rancangan Kota Impian

Desain rumah panggung merupakan alternatif yang bisa diterapkan dalam membangun kota impian. Perumahan penduduk kota berada 10 meter diatas tanah dengan jarak antar bangunan 10 meter sehingga lahan yang berada di bawahnya bisa ditanami pohon. Adanya banyak pohon dapat mengurangi kandungan CO2 di atmosfer sehingga dapat mengatasi globalisasi. Selain itu juga diharapkan dapat mengatasi masalah banjir karena lahan untuk resapan air menjadi lebih banyak. Pemerintah di kota impian memberlakukan peraturan bahwa seluruh pekerja dan pelajar diwajibkan menggunakan transportasi umum, bersepeda atau berjalan kaki. Transportasi umum kota adalah underground (kereta bawah tanah). Untuk para pejalan kaki disediakan jalan setapak yang melewati taman-taman kota. Sepeda yang digunakan warga kota impian adalah sepeda listrik yang energinya diperoleh dari konversi energi kinetik roda yang berputar menjadi energi listrik. Fasilitas-fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, pasar, dan lain sebagainya berada di atas tanah (tidak berada di rumah panggung).

Future Town
Sumber energi kota ini berasal dari kincir angin yang dibangun di pinggiran sungai, panel surya yang terletak di atas rumah panggung, air terjun yang mengubah energi potensial menjadi energi listrik, serta pemanfaatan kotoran sapi untuk dijadikan biogas. Kota impian ini tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil yang menyebabkan pencemaran udara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar