A Speck of Dust Within Galaxy
Sabtu, 21 November 2015
Video Kenang-kenangan (Lavoisier)
ini video dari lavoisier....
ada Tata, Yoan, Aya, Inggar, Ida, Kensa, Eva, Mithong, Danika, Uty, Dela, Anggi, Amel, Fira, Rosita, Napisha, dan Jellyyyy
duh kalo flashback gini mendadak jadi bhaperrrrrr wkwkwk
ini jaman woles se woles-wolesnyaa
masa sma
makan tinggal turun tangga, sekolah tinggal turun tangga, kerja kelompok tinggal ketuk kamar sebelah,
banyak hal yang dikenang sampai-sampai aku bingung nulisnya gimana, pokoknya i'll definitely miss you guys :')
see you on the top of the mountain of success!!!
you know you can count on me
love you all <3
Selasa, 27 Oktober 2015
Approximation Does Matter
Approximation Does Matter
"It doesn't have to be an exact number, a wise approximation can be a good choice."
Seorang investor agroindustri di Sumatera ingin membeli lahan perkebunan seluas mungkin dengan ukuran bujursangkar.modal investasinya adalah 320 juta rupiah. Harga lahan dan pengerjaannya adalah 1 milyar per hektar. Biaya konstruksi pagar batas lahan adalah 1 juta rupiah per 100 meter. Berapa besar ukuran lahan yang dapat dibeli?
Assume that the length of the square
is x meter
What do we need?
1. Berapa besar ukuran lahan yang dapat dibeli?
What do we know?
1. Modal investasi =
320 juta rupiah
2. Harga lahan dan pengerjaan = 1 milyar per hektar
3. Biaya
konstruksi pagar = 1 juta per
100 meter
How do we solve it?
Assume that the length of the square
is x meter
X meter
Luas lahan = x2
Keliling lahan = 4x
1 milyar =
1000 juta
1 hektar =
10.000 m2
jadi... harga lahan dan pengerjaannya per meter persegi 0,1 juta rupiah, harga konstruksi pagar per meter 0,01 juta rupiah.
We can transform the information above into quadratic equation
The value of x has to be positive, so we choose x = 56,37
meter. So we can conclude that the area he could buy with the money is x2
= 56,372 = 3177,58 m2 approximately 0,3 hektare.
#Case2
![]() |
| source : creepypasta.wikia.com |
Kabel baja vertikal digunakan untuk menyanggabagian jalan
dalam sebuahkonstruksi jembatan gantung. Salah satu kabel vertikal yang
panjangnya 4,00 m digunakan untuk menyangga beban 20,0 ton. Akibat beban
tersebut, kabel baja bertambah panjang 20,0 cm. Jika beban yang sama disangga
oleh kabel baja jenis yang sama dengan panjang 8,00 m, berapa besar pertambahan
panjangnya?
What do we need?
1. Berapa pertambahan panjang kabel jika panjang awal 8,00 m?
What do we know?
1. Panjang kabel 4,00 m
2. Massa beban 20,0 ton
3. Pertambahan panjang 20,0 cm
How do we solve it?
Jika jenis kabel baja sama (massa jenis sama) maka dapat
disimpulkan bahwa modulus elastisitas kedua kabel sama. Modulus elastisitas
adalah perbandingan antara tegangan dan regangan yang dapat dirumuskan oleh
persamaan di bawah ini
Karena beban tidak berubah maka A dan F tetap. Sehingga
jadi pertambahan panjang pada kabel baja yang panjang awalnya 8,00 meter adalah 40,0 cm.
#Case3
![]() |
| source : rambuth.com |
jumlah kios tukang cukur rambut pria (baebershop) di
Kota Bandung (jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa)?
What do we need?
How many barbershop in Bandung City?
My Analysis
Berdasarkan jabarprov.go.id jumlah penduduk wanita 48,90%
dan jumlah penduduk laki-laki adalah 51,10% dari seluruh jumlah penduduk Kota
Bandung. Asumsikan laki-laki yang potong rambut di barbershop adalah laki-laki yang
berusia diatas 3 tahun. Presentase laki-laki yang berusia diatas 3 tahun
kira-kira 90% dari total laki-laki yang ada. Maka total laki-laki yang pergi ke
barbershop adalah
X = 2,5 juta x 51,10% x 90% = 1.149.750 laki-laki
Menurut rambuth.com idealnya pria potong rambut sebulan sekali.
Jika total laki-laki yang ada di Kota Bandung potong rambut bergiliran secara
teratur dalam jangka waktu sebulan, maka jumlah laki-laki yang potong rambut
dalam sehari adalah
A = X/30 = 38325 laki-laki
Asumsikan setiap barbershop mampu menerima konsumen
rata-rata 15 orang per hari, maka jumlah barbershop yang ada di Kota Bandung
adalah
B = A/15 = 2555 barbershop
Asumsi ini diambil dengan pertimbangan waktu yang dibutuhkan
untuk mencukur rambut 30 menit per orang sehingga jam kerja pencukur rambut
yang efektif sekitar 7,5 jam per hari.
"Karena belajar untuk juga memperhitungkan lebih penting daripada sekedar menghitung"
Selasa, 15 September 2015
Tugas PRD 2
Building A Tower
![]() |
| iamjamesward.com |
Saya adalah seorang engineer yang sedang bergabung dalam sebuah tim untuk membangun tower di suatu kota. Proyek ini adalah proyek pribadi milik seorang konglomerat yang tinggal di kota tersebut. Selain akan digunakan sebagai perkantoran, basement dari tower ini juga akan di gunakan sebagai museum. Akibat krisis ekonomi yang setahun kemudian terjadi setelah tower tersebut mulai dibangun, dana untuk pembelian material bangunan menjadi terhambat sedangkan mau tidak mau tower harus selesai dibangun sesuai dengan rencana awal pembangunan. Dengan telah melalui banyak pertimbangan, pimpinan saya mau menginvestasikan sebagian uangnya untuk keberlanjutan proyek ini. Selain itu beberapa investor juga tertarik untuk menanamkan sahamnya. Namun demikian, kekurangan dana untuk membangun tower ini tetap saja belum tertutup seluruhnya, Oleh karena itu, pemimpin saya memutuskan untuk menurunkan kualitas semen yang dipakai dan mengurangi jumlah besi yang digunakan dari yang telah diencanakan. Apa yang akan saya lakukan sebagai seorang engineer? Berikut tabel problem solving yang dibuat berdasarkan pertimbangan norma dan pilihan seorang engineer.
TINDAKAN --->
|
Mengikuti keputusan pimpinan
|
Mengadakan perkumpulan untuk
menentang pemimpin
|
Mengadakan perkumpulan untuk
mencari solusi bersama
|
Melaporkan ke media sosial
|
Mengerjakan sesuai rencana awal
|
NORMA
|
|||||
Memproritaskan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan
|
Tidak, karena dapat mengakibatkan
kecelakaan fatal
|
Mungkin, bisa saja pemimpin berubah
pikiran
|
Iya, untuk mencari jalan terbaik
dalam mencari solusi
|
Iya, agar masyarakat lebih
berhati-hati
|
Tidak, kekurangan bahan baku
mengancam keselamatan
|
Melakukan pekerjaan di daerah yang menjadi keahlian kita
|
Tidak, karena ada kesalahan
perencanaan
|
Tidak, menentang bukanlah tugas
seorang engineer
|
Iya, senagai seorang engineer saya
dapat mendiskusikannya
|
Iya, isi berita memuat pengetahuan
tentang konstruksi
|
Iya, karena saya expert di bidang
ini
|
Menyatakan masalah publik dengan objektif dan jujur
|
Mungkin, agar lebih transparan
|
Iya, saya akan jujur bahwa saya
tidak setuju
|
Mungkin, masyarakat bisa jadi dapat
ikut campur tangan
|
Iya, agar publik tau apa yang
menjadi kendala
|
Mungkin, yang telah direncanakan
sesuai prosedur
|
Tindakan untuk pimpinan dan agen yang loyal dan terpercaya
|
Iya, loyalitas sebagai bawahan
terhadap pimpinan
|
Tidak, saya tidak sependapat dengan
pimpinan saya
|
Iya, berpendapat dan memberi
masukan tetap sesuai kode etik
|
Tidak, bukan merupakan tugas saya
|
Tidak, saya menyimpang dari
instruksi pimpinan
|
Menghindari tindakan menipu
|
Tidak, karena saya tidak setuju
dengan keputusannya
|
Mungkin, agar selesai sesuai target
awal
|
Iya, karena diskusi bersifat
terbuka
|
Iya, agar publik bisa ikut
mengkritisi
|
Mungkin, karena dilakukan sesuai
rencana
|
Melakukan sendiri dengan terhormat
|
Tidak, karena saya harus menunggu
komando dari pimpinan
|
Tidak, tidak pantas karena
menentang pimpinan
|
Iya, dengan prosedur yang sesuai
dan sistematis
|
Tidak, karena bisa dilakukan
diskusi internal
|
Mungkin, karena kita harus loyal
kepada pimpinan
|
TOTAL
|
Mungkin : 1
|
Mungkin : 2
|
Mungkin : 1
|
Mungkin : 0
|
Mungkin : 3
|
Iya : 1
|
Iya : 1
|
Iya : 5
|
Iya : 3
|
Iya : 1
|
|
Tidak : 4
|
Tidak : 3
|
Tidak : 0
|
Tidak : 2
|
Tidak : 2
|
Dengan menganalisis tabel problem solving diatas, sebagai engineer saya akan memilih untuk mendiskusikan masalah ini dengan rekan-rekan kerja saya terlebih dahulu. Kita akan mencari solusi terbaik yang bisa diaplikasikan agar rencana awal tetap berjalan dengan tanpa melanggar kode etik seorang engineer.
Sumber : To Engineer is Human - The Role of Failure in Successful Design by Henry Petroski dengan modifikasi ulang oleh penulis.
Senin, 31 Agustus 2015
Tugas PRD 1
Teknologi untuk Menyurgakan Indonesia yang Katanya Tanah Surga
The Challenge Ahead
![]() |
| kemacetan di ibukota Jakarta |
Permasalahan
kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta merupakan deretan pertanyaan yang
tak kunjung mendapatkan jawaban secara konkret. Berbagai upaya yang dilakukan
pemerintah belum bisa menanggulangi semua masalah yang ada. Sementara itu,
masalah lainnya terus berdatangan dan masalah yang belum sempat teratasi
menjadi semakin parah. Contohnya adalah banjir dan macet. Banjir masih menjadi PR bagi pemerintah dan seluruh
warga Jakarta. Banjir seperti menjadi
agenda tahunan yang tidak akan pernah dilewatkan kota ini. Lebih dari 60%
wilayah di Jakarta terendam banjir,
mengakibatkan kerugian hingga mencapai 5,2 triliun serta memakan korban 80 jiwa
di tahun 2007. Hal ini terjadi akibat kurangnya resapan air yang ada di
ibukota. Selain itu, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang
sampah pada tempatnya juga merupakan salah satu faktor penyebabnya. Menurut www.greenpeace.org Jakarta menghasilkan sekita 6,000 ton
sampah setiap hari, dimana 2,000 ton diantaranya berakhir di sungai-sungai.
![]() |
| Banjir di Jakarta |
Isu
tentang energi akhir-akhir ini juga hangat menjadi topik pembicaraan. Menurunnya
ketersediaan bahan bakar fosil yang ada di bumi membuat kita mau tidak mau
harus melakukan inovasi. Pemanfaatan sumberdaya alam baru terbarukan menjadi
salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Akan tetapi, dibutuhkan biaya
yang sangat tinggi untuk mengolah sumberdaya alam baru terbarukan seperti angin
dan matahari untuk akhirnya diubah menjadi energi listrik. Dapat diperkirakan
bahwa 20 tahun mendatang, teknologi yang ada akan berkali lipat jauh lebih maju
daripada sekarang. Seiring dengan berkembangnya teknologi, energi yang
dikonsumsi tentunya juga akan meningkat. Salah satu cara untuk mengatasi
masalah ini adalah dengan memanfaatkan energi baru terbarukan seperti matahari,
angin, air, dan biogas.
![]() |
| THE FUTURE IS IN OUR HANDS |
Rancangan Kota Impian
Desain
rumah panggung merupakan alternatif yang bisa diterapkan dalam membangun kota
impian. Perumahan penduduk kota berada 10 meter diatas tanah dengan jarak antar
bangunan 10 meter sehingga lahan yang berada di bawahnya bisa ditanami pohon. Adanya
banyak pohon dapat mengurangi kandungan CO2 di atmosfer sehingga
dapat mengatasi globalisasi. Selain itu juga diharapkan dapat mengatasi masalah
banjir karena lahan untuk resapan air menjadi lebih banyak. Pemerintah di kota
impian memberlakukan peraturan bahwa seluruh pekerja dan pelajar diwajibkan
menggunakan transportasi umum, bersepeda atau berjalan kaki. Transportasi umum
kota adalah underground (kereta bawah tanah). Untuk para pejalan kaki
disediakan jalan setapak yang melewati taman-taman kota. Sepeda yang digunakan
warga kota impian adalah sepeda listrik yang energinya diperoleh dari konversi
energi kinetik roda yang berputar menjadi energi listrik. Fasilitas-fasilitas
umum seperti rumah sakit, sekolah, pasar, dan lain sebagainya berada di atas
tanah (tidak berada di rumah panggung).
![]() |
| Future Town |
Sumber
energi kota ini berasal dari kincir angin yang dibangun di pinggiran sungai,
panel surya yang terletak di atas rumah panggung, air terjun yang mengubah
energi potensial menjadi energi listrik, serta pemanfaatan kotoran sapi untuk
dijadikan biogas. Kota impian ini tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil yang
menyebabkan pencemaran udara.
Langganan:
Postingan (Atom)










